selamat datang diblog afi

Jumat, 19 Agustus 2016

Menampilkan data MySQL menggunakan PDO PHP





Menampilkan data MySQL menggunakan PDO PHP

Assalamualaikum wr.wb

Pagi kawan, pada hari ini saya akan sharing tentang Bagaimana menampilkan data MYSQL menggunakan PDO PHP


A. Pengertian
   PDO (PHP Data Objects) adalah interface universal yang disediakan PHP untuk “berkomunikasi” dengan database server. Maksud istilah “interface universal” disini adalah bahwa PDO tidak terikat dengan aplikasi database tertentu. Apabila saat ini kita menggunakan database MySQL dan dikemudian hari ingin bermigrasi menggunakan PostgreSQL, kita hanya tinggal mengganti cara pemanggilan awal PDO dan seluruh kode program yang ada bisa langsung digunakan untuk database baru.                                                                                    

B. Latar belakang
      Kondisi ini berbeda jika menggunakan mysql extension atau mysqli extension. Kedua extension ini hanya bisa bekerja dengan database MySQL. Karena alasan inilah banyak sebaiknya kita mulai beralih menggunakan PDO dibandingkan mysqli.
     
C. Alat dan bahan
  • komputer / laptop
  • Text editor
D. Manfaat 
      Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari menggunakan PDO. Pertama PDO membantu mencegah SQL injection, PDO secara otomatis akan mengquote inputan user. Kedua PDO bisa digunakan untuk mengakses beberapa database berbeda. Jika hari ini kita menggunakan database MySQL, pada saat berganti database ke PostgreSQL maka tidak perlu lagi mengubah kode yang sudah dibuat. Yang ketiga PDO sudah mendukung database transaction. Yang keempat PDO lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan fungsi mysql_query.
    
E. Langkah - langkah

1. Membuat Database dengan nama webmaster dan tabel data_murid, kemudian isi tabelnya seperti di bawah ini

Menampilkan-Data-dengan-PDO

2. Buat script php sebagai berikut

Menampilkan-Data-dengan-PDO

Perbedaan penulisan PDO hanya terletak pada bagian koneksi. Kemudian simpan kode diatas dengan dengan format "PHP".

3. Jalankan pada browser anda, jika berhasil akan tampil seperti dibawah ini

Menampilkan-Data-dengan-PDO

F. Referensi

G. Penutup

Sekian share kali ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat, terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


1 comment

Membuat Uplaod File Berbagai Ekstensi dengan PHP

Membuat Uplaod File Berbagai Ekstensi dengan PHP
Hallo...
Semangat pagi !

Bahagia rasanya dapat menyajikan postingan kembali hari ini, saya harap postingan ini dapat membantu dan berguna untuk teman-teman.

Silahkan di simak !



Pengertian

Upload file adalah salah satu fitur yang terpenting di dalam membuat aplikasi ataupun website. Khususnya aplikasi berbasis web, karena terkadang kita di haruskan membuat upload file, bisa itu fitur upload file laporan, e-book, atau mungkin upload file gambar. Contoh aplikasi yang harus ada fitur upload file nya adalah manajemen arsip. contoh nya manajemen arsip kantor. di mana-mana data-data pdf atau document lainnya bisa di upload untuk di arsipkan.

Latar Belakang

Dalam pembuatan website atau aplikasi di butuhkan fitur upload file, yang nantinya user ataupun admin dapat melakukan upload file di menu upload, dan kemudian file tersebut dapat di lihat ataupun di download.

Alat dan Bahan

  1. Komputer atau laptop.
  2. Sublime text atau text editor lainnya

Maksud dan Tujuan

Agar kita dapat mengetahui tahap pelaksanaan dalam membuat fitur upload file di dalam website ataupun aplikasi.

Tahap Pelaksanaan

1. Membuat script koneksi terlebih dahulu, simpan dengan nama "koneksi.php".

<?php
$dbhost = 'localhost';
$dbusn = 'root';
$dbpass = '123';
$dbname = 'tutorial';
$dbconn = mysql_connect($host,$dbusn,$dbpass);
$dbopen = mysql_select_db($dbname,$dbconn);
?>

Dalam kode diatas, sesuaikan dengan hak akses anda dan database anda.

2. Membuat form upload, simpan dengan nama "upload.php".

<?php
include('config.php');
include('action_upload.php');
?>
<style type="text/css">
 .table{
  font:normal 12px Tahoma,verdana;
  border:silver 1px solid;
  width:350px;
 }
 .table tr td{
  border-bottom:silver 1px solid;
  border-right:silver 1px solid;
  padding:0 5px 0 5px;
 }
 .table tr td.title{
  font:bold 12px Tahoma,verdana;
  background-color:#999999;
  color:#000000;
 }
 input{
  font:normal 12px Tahoma,verdana;
 }
 #eror{
  width:345px;;
  border:red 1px solid;
  margin-left:auto;
  margin-right:auto;
  margin-bottom:5px;
  padding:0 0 0 5px;
 }
 #msg{
  width:345px;;
  border:green 1px solid;
  margin-left:auto;
  margin-right:auto;
  margin-bottom:5px;
  padding:0 0 0 5px;
 }
</style>
<form method="post" enctype="multipart/form-data" action="">
<table class="table" cellpadding="0" cellspacing="0" align="center">
<tr>
 <td colspan="2" height="25" class="title">Form Upload File</td>
</tr>
<tr>
 <td width="100">File</td>
 <td><input type="file" name="data_upload" /></td>
</tr>
<tr>
 <td width="100" valign="top">Keterangan</td>
 <td><textarea name="keterangan" cols="30" rows="3"></textarea></td>
</tr>
<tr>
 <td></td>
 <td><input type="submit" name="btnUpload" value="Upload" /></td>
</tr>
</table>
</form>

Kode diatas merupakan kode html, namun ekstensi penyimpanan harus tetap ".php" karena file tersebut memuat perintah php.

3. Membuat aksi dari upload file, simpan dengan nama "aksi.php".

<?php
//Buat konfigurasi upload
//Folder tujuan upload file
$eror  = false;
$folder  = './upload/';
//type file yang bisa diupload
$file_type = array('jpg','jpeg','png','gif','bmp','doc','docx','xls','xlsx','sql');
//tukuran maximum file yang dapat diupload
$max_size = 1000000; // 1MB
if(isset($_POST['btnUpload'])){
 //Mulai memorises data
 $file_name = $_FILES['data_upload']['name'];
 $file_size = $_FILES['data_upload']['size'];
 //cari extensi file dengan menggunakan fungsi explode
 $explode = explode('.',$file_name);
 $extensi = $explode[count($explode)-1];

 //check apakah type file sudah sesuai
 if(!in_array($extensi,$file_type)){
  $eror   = true;
  $pesan .= '- Type file yang anda upload tidak sesuai<br />';
 }
 if($file_size > $max_size){
  $eror   = true;
  $pesan .= '- Ukuran file melebihi batas maximum<br />';
 }
 //check ukuran file apakah sudah sesuai

 if($eror == true){
  echo '<div id="eror">'.$pesan.'</div>';
 }
 else{
  //mulai memproses upload file
  if(move_uploaded_file($_FILES['data_upload']['tmp_name'], $folder.
$file_name)){
   //catat nama file ke database
   $catat = mysql_query('insert into file_upload(Filename,Detail,
Folder,DateUpload) values ("'.$file_name.'", "'.$_POST['keterangan'].'", 
          "'.$folder.'", 
"'.date('Y-m-d H:i:s').'")');
   echo '<div id="msg">Berhasil mengupload file '.$file_name.
'</div>';
  } else{
   echo "Proses upload eror";
  }
 }
}
?>

Proses dari upload file bersumber pada dile "aksi.php", dalam file inilah biasanya terdapat kesalahan, baik penulisan ataupun penempatan.

Referensi

  1. http://media-kreatif.com/
  2. http://tutorialweb.net/
  3. http://www.malasngoding.com/

Penutup

Terimakasih telah berkunjung di blog saya, sampai jumpa di postingan selanjutnya.
Selamat mencoba dan selamat belajar !
1 comment

Senin, 15 Agustus 2016

Cara Installasi eFront

A. Pengertian

eFront adalah sebuah platform sumber terbuka eLearning (juga dikenal sebagai Sistem Manajemen Course (CMS), atau Learning Management Systems (LMS), atau Virtual Learning Environment (VLE)).eFront dirancang untuk membantu dengan penciptaan komunitas pembelajaran online sambil menawarkan berbagai peluang untuk kolaborasi dan interaksi melalui antarmuka pengguna berbasis ikon. Platform ini menawarkan alat untuk pembuatan konten, membangun tes, penugasan manajemen, pelaporan, pesan internal, forum, chatting, survei, kalender dan lain-lain. Ini adalah SCORM 1.2 bersertifikat dan SCORM 2004/4 edisi sistem compliant diterjemahkan dalam 40 bahasa.eFront umumnya termasuk dalam daftar sistem pembelajaran open-source terkenal atau disebut sebagai alternatif Moodle. Perbandingan matriks independen antara sistem manajemen pembelajaran sering mendukung eFront, terutama di bawah karakteristik kegunaan. Beberapa makalah penelitian dan portal teknologi menggambarkan sistem dalam fungsi, kegunaan dan standar perspektif.

B. Latar Belakang

 Dengan menginstal eFront umumnya termasuk dalam daftar sistem pembelajaran open-source terkenal atau disebut sebagai alternatif Moodle. Matriks perbandingan Independent antara sistem manajemen pembelajaran sering mendukung eFront, terutama di bawah karakteristik kegunaan. Beberapa makalah penelitian dan portal teknologi menggambarkan sistem di bawah fungsi,  kegunaan dan standar perspektif.

C. Persiapan Software dan Hardware
  • PC / Laptop
  • eFront
E. Cara Installasi eFront pada Linux  
  1.  Pertama - tama kita harus mempunyai file dari eFront terlebih dahulu, bisa download disini
  2. Jika sudah mempunyainya, pindah filenya ke /var/www/html
  3. Kemudian extrak file nya
  4. Setelah terextrak, akan tampil folder hasil extrak kita tadi. Beri hak akses dengan cara "chown -R www-data:www-data (namafolder)"
  5. Buka Web Browser dan ketikan "localhost/namafolder" pada bagian url. Dan akan muncul tampilan seperti berikut.


  6.  Kita klik "New Installation", kemudian akan lanjut ke proses berikutnya seperti yang ada digambar.


  7.  Kali ini adalah hal yang sering terjadi error jika kita tidak teliti. Isi form-formnya seperti contoh gambar dibawah ini. dan tunggu sampai proses installasi selesai.


  8.  Jika sudah, proses installasinya telah selesai.


  9. Ini adlah tampilan setelah proses installasi telah selesai kita lakukan !!!


 
No comments

Kamis, 11 Agustus 2016

OOP 8 : Koneksi Database Dan Insert Data Dengan OOP

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai teman-teman, kembali lagi diblog saya kali ini saya akan share materi tentang koneksi database dan insert data dengan oop.

Pengertian :

File koneksi pada php adalah sebuah file yang menghubungkan program kita dengan database, sehingga kita dapat mengakses data - data yang terdapat dalam database kita.
Insert Data adalah proses memasukkan data ke database dengan menggunakan perintah mysql insert into.

Latar Belakang :

Belajar OOP tingkat lanjut.

Alat & Bahan :

  • PC / Laptop yang sudah terinstall lampp server.
  • Konkesi Internet.
  • Buku Panduan Tentang OOP.
  • Text Editor. 
Maksut & Tujuan :
Maksud dan tujuan sharing materi kali ini adalah agar kita mengetahui bagaimana cara membuat file koneksi dengan OOP dan mengetahui bagaimana cara membuat CRUD khususnya fungsi insert data dengan OOP.

Tahap Pelaksanaan :

A.  File Koneksi.
Langkah pertama kita akan membuat class untuk koneksi kedatabasenya. kemudian kita buat file untuk mengakses objek untuk konek ke database, jadi kita membuat 2 file terpisah. membuat file terpisah antara file class dan file untuk mengakses objectnya memiliki beberapa keuntungan yaitu
membuat class kita menjadi bersih (bersih dalam arti class kita tidak tercampur dengan fungsi yang lain sehingga file class dapat digunakan kembali atau dapat dikembangkan lagi ke bentuk yang komplek), file lebih rapi.

file 1 dengan nama class.php 
pada file ini kita buat class, method,parameter, dan fungsi untuk koneksi ke database dan insert data.

file koneksi.php


jika file diatas anda jalankan pada browser tidak akan muncul apa-apa dan itu tandanya anda berhasil konek ke database.

B. Input Data ke Database.
untuk membuta file untuk menginput data ke database pertama kita tambahkan fungsi berikut di file class.php


kemudian buat file dengan nama insert.php dan tuliskan script dibawah ini.




jika dijalankan di browser akan menghasilkan tampilan seperti ini
Referensi :
Buku praktis panduan OOP.

Hasil & Kesimpulan :
kesimpulannya, pada koneksi dengan OOP tidak jauh berbeda dengan file koneksi menggunkana PHP biasanya namun yang sedikit berbeda hanyalah pada pembuatan class untuk fungsi, dan methodnya untuk insert data pun juga masih sama.  saya juga mengalami sedikit eror dengan file input data (error seperti dibawah ini) nama tidak mau masuk ke kolom nama, setelah saya teliti saya membuat field nomor dan saya beri auto_increament seharusnya jika file sudah di auto_increament nilai akan muncul secara otomatis namun pada script masih saya beri nilai.
Penutup :
Sekian share materi kali ini semoga bermanfaat dan terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
No comments

Rabu, 10 Agustus 2016

Tutorial OOP part 7 Method Overriding pada OOP

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai teman-teman, kembali lagi di blog saya kali ini saya akan share materi tentang method overriding pada Oop.




Pengertian :

Overriding adalah 'memaksa' suatu method pada child class agar bekerja pada spesifikasi sendiri yang tidak sama dengan parent class-nya, Overriding di OOP ini berkaitan erat dengan Inheritance.

Latar Belakang :

Belajar Oop tingkat lanjut.

Alat & Bahan : 
  • PC Laptop.
  • Koneksi Internet.
  • Text Editor.
  • Lampp Server.
Maksud & Tujuan :

Agar kita mengetahui apa itu method overriding dan memahami konsep method overriding.

Tahap Pelaksanaan : 

Berikut script untuk overriding pada pemrograman berorientasi objek :
 

Hasil jadi jika dijalankan di browser :


kali ini kita juga bisa mengakses parent class dengan cara menambahkan echo parent::get_nama().'<br>';


Hasil jadi jika dijalankan dibrowser :

Referensi :
Hasil & Kesimpulan :

Hasil yang saya dapatkan adalah saya menjadi mengerti bagaimana cara kerja child class atau class turunan, dan juga bagaimana method overriding bekerja menggantikan fungsi pada parent class atau induk class.  

Penutup :

Sekian share materi kali ini semoga bermanfaat dan terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
No comments

Tutorial OOP part 6 Pengertian Constructor da Destructor pada OOP

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai teman-teman, kembali lagi di blog saya kali ini saya akan share materi tentang pengertian constructor dan destructor pada oop.


 Pengertian :
  • Constructor adalah fungsi yang secara otomatis akan berjalan ketika kita membuat objek baru. Constructor biasa digunakan untuk membuat proses awal dalam mempersiapkan objek, seperti memberi nilai awal kepada property, memanggil method internal dan beberapa proses lain yang digunakan untuk ‘mempersiapkan’ objek.
  • Destructor (bahasa indonesia: destruktor) adalah method khusus yang dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dihapus. Di dalam PHP, seluruh objek secara otomatis dihapus ketika halaman PHP dimana objek itu berada selesai diproses. Tetapi kita juga dapat menghapus objek secara manual.
    Destructor biasanya digunakan untuk ‘membersihkan’ beberapa variabel, atau menjalankan proses tertentu sebelum objek dihapus.
Latar Belakang :

Belajar OOP tingkat lebih lanjut kembali.

Alat & Bahan : 
  • PC Laptop / Komputer.
  • Konkesi Internet.
  • Text Editor.
  • Referensi tentang OOP.
Maksut & Tujuan :

Agar kita tahu apa itu fungsi __constructor pada OOP dan tahu proses kerjanya.

Tahap Pelaksanaan :

 1. Script untuk constructor pada OOP, bisa dilihat dibawah ini : 


Hasil jadi jika dijalankan di browser :


2. Script untuk destructor pada OOP, bisa dilihat dibawah ini :


Hasil jadi jika dijalankan di browser :


Sedikit penjelasan fungsi constructor ini akan secara otomatis berjalan saat kita membuat objek baru, jika fungsi constructor dihapus maka jika dijalankan script diatas tidak akan muncul apa-apa karena belum berisi nilai apa pun namun karena kita menambahkan fungsi __constructor maka nilai dalam fungsi constructor akan secara otomatis berjalan begiru pula sebaliknya dengan fungsi __destruct.
NB : untuk menuliskan fungsi __constructor dan fungsi __destruct dengan menggunakan tanda _ (underscore) yang ditulis double/dua kali.


Referensi :
Hasil & Kesimpulan :
 
Kesimpulan yang bisa saya dapatkan adalah dengan belajar fungsi constructor dan destructor membuat kita dapat mengerti kegunaan dari fungsi itu dan jika pada script menemukan fungsi tersebut kita tidak kebingungan.

Penutup :

Sekian share materi kali ini semoga bermanfaat dan terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
No comments

Selasa, 09 Agustus 2016

Tutorial OOP Pengertian Enkapsulation, Inheritance, Dan Polimorfisme

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai teman-teman, kembali lagi diblog saya kali ini saya akan sare materi tentang OOP pengertian enkapsulation, inheritance, dan polimorfisme.

Pengertian :

1. Enkapsulasi (encapsulation) adalah sebuah metoda untuk mengatur struktur class dengan cara menyembunyikan alur kerja dari class tersebut.Struktur class yang dimaksud adalah property dan method. Dengan enkapsulasi, kita bisa membuat pembatasan akses kepada property dan method, sehingga hanya property dan method tertentu saja yang bisa diakses dari luar class. Enkapsulasi juga dikenal dengan istilah ‘information hiding’.
Tiga hak akses pada Enkapsulasi :
     a. Protected :  Jika sebuah property atau method dinyatakan sebagai protected, berarti property atau method tersebut tidak bisa diakses dari luar class, namun bis                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            a diakses oleh class itu sendiri atau turunan class tersebut.
     b. Public : Ketika sebuah property atau method dinyatakan sebagai public, maka seluruh kode program di luar class bisa mengaksesnya, termasuk class turunan.
     c. Private : Hak akses terakhir dalam konsep enkapsulasi adalah private. Jika sebuah property atau method di-set sebagai private, maka satu-satunya yang bisa mengakses adalah class itu sendiri. Class lain tidak bisa mengaksesnya, termasuk class turunan.

2. Inheritance atau Pewarisan/Penurunan adalah konsep pemrograman dimana sebuah class dapat ‘menurunkan’ property dan method yang dimilikinya kepada class lain. Konsep inheritance digunakan untuk memanfaatkan fitur ‘code reuse’ untuk menghindari duplikasi kode program.

3. Dari segi bahasa, Polimorfisme (bahasa inggris: Polymorphism) berasal dari dua kata bahasa latin yakni poly dan morph. Poly berarti banyak, dan morph berarti bentuk. Polimorfisme berarti banyak bentuk (wikipedia).
    Di dalam pemrograman objek, polimorfisme adalah konsep dimana terdapat banyak class yang memiliki signature method yang sama. Implementasi dari method-method tersebut diserahkan kepada tiap class, akan tetapi cara pemanggilan method harus sama.

Latar Belakang :

Belajar sifat - sifat yang dimiliki bahasa pemrograman PHP OOP. 

Alat & Bahan :
  • Koneksi Internet.
  • PC Laptop / Komputer.
  • Text Editor.
Maksut & Tujuan :

Maksud dan tujuan utorial ini adalah untuk memberikan pengertian tentang sifat - sifat yang dimiliki oleh OOP.

Tahap Pelaksanaan :

1. contoh script enkapsulation
a. hak akses private :


Hasil jika dijalankan di browser :


b. Contoh script enkapsulation hak akses public :


Hasil jika dijalankan di browser :


 c.contoh script enkapsulation hak akses protected :


Hasil jika dijalankan di browser :


2. Contoh script inheritance :


Hasil jad jika dijalankan di browser :


3. Contoh script polimorfisme :


Hasil jadi jika dijalankan di browser :


Referensi :
Hasil & Kesimpulan :

Hasil dan kesimpulan dari tutorial ini adalah pada pemrograman PHP OOP memiliki 3 sifat yang melekat padanya, dan pada setiap sifat memiliki konsep masing ", namun kali ini saya masih belum memahami ke-3 sifat OOP. dan pada pemrograman PHP OOP ini membutuhkan ketelitian karena ketika saya mencoba membuat script baru pada sifat public,private,protected kurang tanda kurung kurawal tutup dan titik koma program tidak mau muncul.
Sekian sharing materi kali ini semoga bermanfaat. 

Penutup :

Sekian share materi kali ini semoga bermanfaat dan terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
No comments

Senin, 08 Agustus 2016

Tutorial OOP Methode Get dan Set part 4

Assalamualikum Wr.Wb
Hai kawan, kembali lagi dengan saya kali ini saya akan memberikan tutorial OOP tentang methode Set & Get.

Pengertian

Set : untuk memberi nilai

Get : untuk mengembaikan nilai

Latar Belakang

Belajar OOP tingkat lanjut.

Alat & Bahan

  • Lamp Sever
  • Laptop
  • Sublime

Maksud & Tujuan

tutorial ini bermaksud untuk memberikan pengertian tentang fungsi set dan get.

Tahap Pelaksanaan

untuk belajar set dan get kita tuliskan script dibawah ini.

penjelasan script :

  • function set_nama : adalah fungsi untuk memberikan nilai nama.
  • function get_nama : adalah fungsi mengembalikan nilai berupa string.
  • $this : Variabel $this adalah sebuah variabel khusus dalam OOP PHP yang digunakan sebagai penunjuk kepada objek, ketika kita mengaksesnya dari dalam class
  • $nama pada function set : adalah parameterParameter adalah sebuah fitur dalam PHP dimana kita bisa membuat fungsi dengan jumlah parameter yang bisa berubah-ubah (variable).
  • function :  Fungsi (atau Function) dalam bahasa pemograman adalah kode program yang dirancang untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama.
  • return : digunakan untuk mengembalikan nilai string.
  • echo : dignakan untuk menampilkan isi/nilai yang terdapat dapal program.
jika kodediatas dijalankan akan menghasilkan output seperti ini :


Referensi

Video Tutotial PHP OOP,
duniailkom

Hasil & Kesimpulan

hasil yang saya dapatkan dalam tutorial ini adalah OOP merupakan perkembangan bahasa PHP yang cukup mudah dipahami namun membutuhkan ketelitian yang cukup, OOP juga cukup sederhana kode dapat digunakan berulang - kali, terstruktur. metode set dan get pun salah satu cara untuk meringkas kode.

Wassalamualikum Wr.Wb
1 comment

Tutorial OOP part 3 : Membuat & Mengakses Object dalam PHP

Assalamualikum Wr.Wb

Hai kawan, kali ini saya akan shering tentang object dalam oop.

Pengertian

  Object atau Objek adalah hasil cetak dari class, atau hasil ‘konkrit’ dari class

Latar Belakang

 berlatar belakangkan keinginan untuk belajar OOP dan memahaminya

Alat & Bahan

  • Text editor (sublime,notepad,gedit,bluefish)
  • Laptop
  • Browser
  • Lamp server

Maksud & Tujuan

 maksud dan tujuan dari tutorial ini adalah untuk memberikan pengertian kepada semua yang ingin belajar OOP bagimana cara membuat class dan bgaimana cara mengakses nilai pada class tersebut.

Tahap pelaksanaan

berikut script untuk membuat object pada OOP.
<?php
//membuat class dengan nama manusia.
class manusia{
//membuat properti yang melekat pada manusia.
 var $berat;
 var $gender;
 var $tinggi;
 //method untuk class manusia
 function berjalan() {
    return "berjalan";
}
function bernafas() {
   return "bernafas";
}
}
//membuat object dari class manusia
$manusia_tinggi = new manusia ();
?>
script diatas adalah script untuk membuat class, namun class masih belum menampilkan apa - apa berikut adalah cara mengakses object.
berikut script untuk mengakses isi dari class :
<?php
//membuat class dengan nama manusia.
class manusia{
//membuat properti yang melekat pada manusia.
 var $nama;
 var $gender;
 var $tinggi;
 //method untuk class manusia
 function berjalan() {
    return "berjalan";
}
function bernafas() {
   return "bernafas";
}
}
//membuat object dari class manusia
$manusia_tinggi = new manusia ();
//set property
$manusia_tinggi->nama="Wulan";
$manusia_tinggi->gender="Perempuan";
$manusia_tinggi->tinggi="159";

//menampilkan property
echo $manusia_tinggi->nama;
echo "<br/>";
echo $manusia_tinggi->gender;
echo "<br/>";
echo $manusia_tinggi->tinggi;

//menampilkan method
echo $manusia_tinggi->berjalan();
echo "<br/>";
echo $manusia_tinggi->bernafas();
?>
jika script diatas dijalankan akan menghasilkan output seperti dibawah ini :
penjelasan script diatas :
1.
class manusia{
sintx untuk mebuat class dan tanda { ini berarti awal dari class.

2 .
var $nama;
var $gender;
var $tinggi
script diatas merupakan pendefinisian variable atau property, keyword var digunakan untuk mendeklarasikan vriable dalam class. property merupakan atributte yang melekat pada class.
3.
function tinggi() {
   return "tinggi";
}
function pendek() {
   return "pendek";
}
kedua fungsi diatas adalah fungsi  yang hanya akan mengembalikan nilai berupa string.

4.
$manusia_tinggi = new manusia(); 
script diatas adalah script untuk membuat object atau proses instansiasi dimana Instansiasi adalah proses pembuatan objek dari kelas yang sudah ada.

5.
$manusia_tinggi->nama="Afi";
$manusia_tinggi->gender="perempuan";
$manusia_tinggi->tinggi="159";

script diatas adalah untuk memberi nilai pada property $manusia_tinggi. Perhatikan bahwa kita menggunakan tanda panah (->) untuk mengakses property dari objek. Tanda panah ini adalah operator khusus objek yang dikenal dengan istilah ‘Object Operator’.

6.
echo $manusia_tinggi->nama;
echo "<br />";
echo $manusia_tinggi->gender;
echo "<br />";
echo $manusia_tinggi->tinggi;
script diatas berfungsi untuk menampilkan nilai property dari object %manusia_tinggi ke browser, kenapa menggunakan <br/> karena agar tampilannya lebih rapi. Sama seperti pada saat men-set nilai property, kita juga menggunakan tanda panah (->), kemudian diikuti nama property tanpa tanda $.

7.
echo $manusia_tinggi->berjalan ();
echo "<br />";
echo $manusia_tinggi->bernafas ();
script ini digunakan untuk memanggil method dari class manusia, karena method adalah fungsi untuk memanggilnya harus ditambahkan tanda () dibelakangnya.

Class Dengan Lebih Dari Satu Object

pada kode diatas class hanya terdapat 1 object saja, namun sebenarnya pada 1 class dapat berisi lebih dari satu object. Setiap objek merupakan bagian terpisah, namun tetap memiliki property dan method yang berasal dari class yang sama (pada contoh class manusia).
<?php
// buat class manusia
class manusia {
 
   // buat property untuk class manusia
   var $nama;
 
   // buat method untuk class laptop
   function berjalan () {
     return "Berjalan";
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$manusia_tinggi = new manusia();
$manusia_pendek = new manusia();
$manusia_ideal = new manusia();
 
// set property
$manusia_tinggi->nama="Nafis";
$manusia_pendek->nama="Umma";
$manusia_ideal->nama="Afi";
 
// tampilkan property
echo $manusia_tinggi->nama; // Nafis
echo "<br />";
echo $manusia_pendek->nama; // Umma
echo "<br />";
echo $manusia_ideal->nama; // Afi
echo "<br />";
?>

hasil :

Referensi

 duniailkom

Hasil & kesimpulan

hasil dari belajar membuat & mengakses object dalam OOP adalah untuk membuatnya cukup mudah namun membutuhkan ketelitian karena saat untuk membuat object lebih dari 1 kita harus mengerti penempatan setiap object.

Wassalamualikum Wr.Wb
No comments

Tutorial Belajar OOP PHP Part 2: Pengertian Class, Object, Property dan Method

Assalamualaikum Wr.Wb
Hai kawan , kali ini saya akan sharing materi tentang Class,Obyek,Property,Method pada pemrograman berbasis objek.

Pengertian 

Class adalah
Class adalah ‘cetak biru’ atau ‘blueprint’ dari object. Class digunakan hanya untuk membuat kerangka dasar. Yang akan kita pakai nantinya adalah hasil cetakan dari class, yakni object.
Sebagai analogi, class bisa diibaratkan dengan laptop atau notebook. Kita tahu bahwa laptop memiliki ciri-ciri seperti merk, memiliki keyboard, memiliki processor, dan beberapa ciri khas lain yang menyatakan sebuah benda tersebut adalah laptop. Selain memiliki ciri-ciri, sebuah laptop juga bisa dikenakan tindakan, seperti: menghidupkan laptop atau mematikan laptop.
Class dalam analogi ini adalah gambaran umum tentang sebuah benda. Di dalam pemrograman nantinya, contoh class seperti: koneksi_database dan profile_user.
Di dalam PHP, penulisan class diawali dengan keyword class, kemudian diikuti dengan nama dari class. Aturan penulisan nama class sama seperti aturan penulisan variabel dalam PHP, yakni diawali dengan huruf atau underscore untuk karakter pertama, kemudian boleh diikuti dengan huruf, underscore atau angka untuk karakter kedua dan selanjutnya. Isi dari class berada dalam tanda kurung kurawal.

Property (atau disebut juga dengan atribut) adalah data yang terdapat dalam sebuah class. Melanjutkan analogi tentang laptop, property dari laptop bisa berupa merk, warna, jenis processor, ukuran layar, dan lain-lain.
Jika anda sudah terbiasa dengan program PHP, property ini sebenarnya hanyalah variabel yang terletak di dalam class. Seluruh aturan dan tipe data yang biasa diinput kedalam variabel, bisa juga diinput kedalam property. Aturan tata cara penamaan property sama dengan aturan penamaan variabel.



Method adalah tindakan yang bisa dilakukan didalam class. Jika menggunakan analogi class laptop kita, maka contoh method adalah: menghidupkan laptop, mematikan laptop, mengganti cover laptop, dan berbagai tindakan lain.
Method pada dasarnya adalah function yang berada di dalam class. Seluruh fungsi dan sifat function bisa diterapkan kedalam method, seperti argumen/parameter, mengembalikan nilai (dengan keyword return), dan lain-lain.

Object atau Objek adalah hasil cetak dari class, atau hasil ‘konkrit’ dari class. Jika menggunakan analogi class laptop, maka objek dari class laptop bisa berupa: laptop_andi, laptop_anto, laptop_duniailkom, dan lain-lain. Objek dari class laptop akan memiliki seluruh ciri-ciri laptop, yaitu property dan method-nya.
Proses ‘mencetak’ objek dari class ini disebut dengan ‘instansiasi’ (atau instantiation dalam bahasa inggris). Pada PHP, proses instansiasi dilakukan dengan menggunakan keyword ‘new’. Hasil cetakan class akan disimpan dalam variabel untuk selanjutnya digunakan dalam proses program.


Latar Belakang

latar belakang sharing materi tentang Class,Property,Obyek,dan Method pada bahasa pemrograman berorientasi obyek adalah semakin berkembangnya bahasa pemrograman berbasis web yang berorientasi obyek.

Alat & Bahan

  •  blog referensi tentang OOP
  • buku referensi OOP & PDO
  • koneksi internet

Maksud & Tujuan

sharing materi mengenai Class,Obyek,Property,Method memiliki tujuan agar setiap orang yang ingin belajar OOP & PDO dapat mengerti dan memahami apa itu Class,Obyek,Property,Method sehingga dapat menjalankan script PDO dengan mudah dan dapat memahami fungsi dari setiap parameter atau fungsi yang digunakan dalam php PDO.


Tahapan Pelaksanaan 

setelah kita mengetahui pengertian dari Class,Obyek,Method, dan Property kita pun harus tahu bagaimana cara penulisannya.Berikut adalah cara penulisannya
Class :
<?php
class manusia {
//isi dari class manusia
}
?>

Property :
<?php
class manusia{
      var $gender;
      var $berat;
      var $tinggi;
}
?>

Method:
<?php
class manusia{
     function berjalan(){
   //isi dari function berjalan
}
    funtion bernapas() {
  //isi dari function bernapas
}
?>

Obyek :
<?php
class manusia{
   // isi dari class manusia
}

$manusia_tinggi = new tinggi();
$manusia_pendek = new tinggi();
?>


Referensi

duniailkom 

Hasil dan Kesimpulan 

hasil dan kesimpulan bahwa pada OOP dikelompokkan ke dalam sebuah Class,Obyek,Method dan Property adalah agar kita mudah dalam merubah script dan menegmbangkannya ke aplikasi yang berbeda dan lebih kompleks, namun pada script masing - masing jika dijalankanmasih belum menampilkan hasil apapun karena dalam class belum diberi input yang akan mengoutputkan data, namun script diatas adalah dasar untuk memahami PDO.
Sekian sharing materi dari saya semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr.Wb
No comments

Minggu, 07 Agustus 2016

Pemrograman berorientasi objek

Pemrograman berorientasi objek  (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya,
Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

Konsep dasar
  • Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
  • Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
  • Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  • Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
  • Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  • Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.
No comments